Wednesday, October 7, 2015

#BogorLeisureProject Case No. C2

finally, postingan terakhir mengenai aktivitas masyarakat yang menghabiskan waktu luangnya di Bogor!

Kali ini saya dan teman-teman kelompok ingin melakukan interview di pemancingan. Tetapi ketika saya sedang berjalan ke tempat pemancingan, saya melihat ada 3 orang bapak-bapak sedang berbincang-bincang di kursi bambu yang terletak di pinggir sungai, sambil meminum kopi. Saya pun tertarik untuk mengetahui tentang aktivitas yang mereka lakukan dan meminta izin untuk melakukan wawancara. Dengan senang hati, Pak Alex menerima permintaan saya.


 Nama: Alex

Umur: 42 tahun

Status: Menikah

Pekerjaan: Wirausahawan


Pak Alex dan teman-temannya ini ternyata merupakan masyarakat kampong disini yang ikut di Pos Kepemudaan. Pos Kepemudaan ini adalah Pos yang dibangun oleh Bapak Alex untuk membantu pemuda-pemuda di kampungnya ini.

Saya menanyakan aktivitas yang sedang dilakukan oleh bapak-bapak ini, lalu Pak Alex menjawab
“Saya merencanakan untuk schedule kedepannya.Program apa yang harus dikerjakan untuk lingkungan. Kegiatannya tukar pikiran sharing untuk kepemudaan di kampung. Ya begini sambil ngopi-ngopi.”

Ketika Pak Alex mengatakan ‘sambil ngopi-ngopi’, saya menanyakan lebih lanjut alasan dari meminum kopi saat sharing, bukan minuman lain. Berikut penjelasan Pak Alex
“karena dengan kopi itu bisa kenapa ya…kayak pikiran itu tadinya yang ga ketangkep bisa ketangkep gitu. Daripada kita minum alcohol ya.”

Pak Alex juga mengatakan bahwa kadang-kadang pada hari minggu, ia mengundang dangdutan untk menghibur masyarakat di kampong ini.
“kadang kan kalo minggu ada PKL gitu kita ngundang dangdutan. Yaa.. buat menghibur masyarakat sini aja…”

Saya pun ingin tahu motivasi dari Pak Alex mendirikan Pos Kepemudaan ini, berikut jawabannya
“jaman sekarang ya…dibilang krisis akhlak. Orang kumpul aja orang udah curiga ‘oh mabuk kali apa kali’. Makanya dengan kita begitu, saya buktikan dengan action kerjaan. Biar juga masyarakat biar tau ‘oh iya pemuda kumpul bukan hanya mabuk, tapi ada hasilnya’ gitu.”

Saya juga menanyakan kepada Pak Alex tentang aktivitas di waktu luang yang dilakukan Pak Alex bersama keluarganya, beliau menjawab

“tiap sebulan sekali, ya anak-anak sini mengadakan jalan-jalan yang kayak semacam touring, ke laut, ke telaga, kemana aja.”


Disini saya mendapatkan pelajaran berharga dari Pak Alex. Bahwasanya leisure tidak melulu digunakan untuk mementingkan kepuasan dan kesenangan pribadi. Apa salahnya kita menggunakan leisure kita untuk melakukan hal yang lebih berharga dan dapat membawa dampak positif bagi sekitar.


Sekian interview saya dengan Pak Alex. Semoga postingan terakhir ini menjadi pencerahan bagi kita untuk lebih peduli terhadap sekitar.


#BogorLeisureProject Case No. C2 = DONE!

No comments:

Post a Comment