Tempat pertama yang saya tuju adalah Café Two Stories. Saat pertama kali masuk ke café ini, saya melihat sebuah keluarga kecil sedang berbincang-bincang sambil menikmati minumannya. Tanpa pikir panjang, saya pun langsung meminta izin untuk mewawancarai sang kepala keluarga untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Bogor di waktu luangnya.
Nama: Herry Panca
Umur: 50 tahun
Status: Menikah
Pekerjaan: Karyawan
Swasta
Pak Herry menyatakan bahwa kegiatan yang ia lakukan pada
waktu luang adalah sebagai berikut,
“ya biasanya sama anak-anak, istri. Paling ke mall, café,
renang, atau ya outbound. Tapi kalo bapaknya sih senengnya ke café yang ada
live musicnya.”
Ketika saya menanyakan alasan kenapa ia memilih untuk
melakukan aktivitas tersebut, berikut jawaban dari Pak Herry,
“kalo outbound
renang itu kan anak saya yang seneng… kalo ke café saya seneng yang ada live
musicnya… soalnya saya emang seneng music.”
Saya pun menanyakan alasan Pak Herry memilih untuk
menghabiskan waktu luangnya di Two Stories Café, beripun tanggapan beliau
“Ini pertama kali karena saya… Lemongrass
udah. Umumnya kalo ada yang baru itu kita coba-cobain.” disini terlihat bahwa
Pak Herry senang untuk berkunjung ke tempat-tempat yang baru (dalam hal ini café
atau restoran).
Hal yang membuat Pak Herry tertarik (pull factors) untuk
mencoba Two Stories Café adalah karena tempatnya yang ‘oke’ ketika terlihat
dari luar. Ketika saya tanya lebih lanjut mengenai ‘oke’ yang dimaksud dari Pak
Herry adalah design eksterior dan interiornya yang nampak bagus dari luar.
Tetapi setelah berkunjung ke Two Stories Café, ia mulai
membandingkan dengan café ini dengan Lemongrass Resto.
“Suasananya (Lemongrass)
lebih bagus dari ini. Suasananya natural, saya suka hal yang sifatnya natural.”
Sekian interview saya dengan Bapak Herry Panca. Masih banyak
insights menarik yang akan saya paparkan di post selanjutnya.
#BogorLeisureProject Case No. A1 = DONE!
No comments:
Post a Comment