Wednesday, October 7, 2015

#BogorLeisureProject Case No. B2

Pada kedatangan saya dan kelompok untuk kedua kalinya ke Bogor, saya dan kelompok memilih untuk berkunjung ke Kebun Raya Bogor. Pada saat berkeliling-keliling, saya melihat sepasang pria dan wanita sedang berbincang-bincang di padang padang rumput pinggir danau. Tanpa pikir panjang, saya pu langsung mendatangin mereka, meminta izin untuk melakukan interview.



Nama: Orlando

Umur: 19 tahun

Status: Single

Hobby: Mengutak-atik program

Pekerjaan: Mahasiswa


Setelah berkenalan dengan Orlando, saya menanyakan tentang aktivitas yang biasanya ia lakukan di waktu luang.
“ngutak-ngatik program di computer sih. Hmm kalo outdoor paling nongkrong sama temen sih. Di kayak apa taman-taman gitu paling”

Lalu saya menanyakan alasan Orlando mengutak-atik program, berikut jawaban dari Orlando.
“seneng sih. Soalnya kan bisa bikin program sendiri ya. Kalo udah jadi menyenangkan.” 
Lalu saya menanyakan lebih dalam, apa feeling yang ia rasakan saat mengutak-atik programnya
“Pokoknya kalo programnya jadi dan bagus tuh kayak ngikutin lomba terus kita menang gitu.”

Orlando juga mengatakan bahwa hampir tiap minggu ia mengunjungi taman-taman. Alasannya adalah sebagai berikut.
“Gatau sih kalo saya kan sama temen-temen saya emang seneng jalan-jalan ya. Kadang misalnya ke bandung atau jalan kemana dengan uang seadanya, pas-pasan gitu. Jadi emang suka ngeliat pemandangan alam aja. Biar liat pohon liat apa gitu.” 

Lalu saya juga menanyakan alasan Orlando memilih Kebun Raya Bogor untuk aktivitasnya pada saat ini, padahal di daerah asalnya (Bekasi) juga memiliki banyak taman. Kemudian ia menjawab,
“Kalo di bogor itukan kebun raya bogor itu kan lebih banyak pohon-pohonnya dari berbagai daerah di Indonesia kan jadi kita bisa nambah pengetahuan tentang pohon, tau sejarah juga .Sama cari suasana baru juga, abis Bekasi kan udah sering masa kesitu-situ lagi kan.”

Orlando juga memiliki strategi sendiri dalam perencanaannya untuk pergi melakukan aktivitas di waktu luangnya “kalo direncanain mah biasanya sehari sebelum. Abis kalo dari jauh-jauh hari suka batal.”

Saya juga menanyakan hal-hal yang menarik (pull factor) dari Kebun Raya Bogor kepada Orlando, berikut jawabannya
“liat tanaman-tanaman yang gak diliat orang gitu. Pengen liat tanaman yang belum orang liat gitu ibaratnya. Jadi yang pohon-pohon biasa malah kurang tau biasanya.” terlihat disini bahwa Orlando dapat dikategorikan sebagai orang yang anti-mainstream.

Terakhir, saya menanyakan kesan-kesan yang ia dapatkan saat berkunjung ke Kebun Raya Bogor, berikut jawaban Orlando

“apa ya kesannya susah diungkapin sih ya… tapi kalo dari saya sih karena ngeliat pemandangan gini (tanaman) kesannya jadi nyaman gitu enak, bisa jadi tenang, jadi pikiran tuh fresh.”



Sekian interview saya dengan Orlando. Masih banyak insights menarik yang akan saya paparkan di postingan selanjutnya.




#BogorLeisureProject Case No. B2 = DONE!

No comments:

Post a Comment