Tuesday, October 6, 2015

#BogorLeisureProject Case No. B1

Pada saat saya berkunjung ke Warung Nagih, saya melihat dua orang sedang berbincang sambil menonton di TV LCD yang disediakan oleh tempat tersebut. Lalu saya tertarik untuk mewawancarai mereka lebih dalam.



Nama: Hilda 

Umur: 24 tahun

Status: Single

Pekerjaan: Karyawan Swasta

Kegiatan yang dilakukan oleh Mbak Hilda di waktu luangnya adalah mongkrong sambil makan dengan teman atau pasangan, dengan intensitas empat kali per bulan.

Feeling yang dirasakan Mbak Hilda pada saat nongkrong sambil makan dinyatakan Mbak Hilda sebagai berikut
“happy yang jelas,intinya kalo kita nongkrong yaudalah…kerjaan tinggalin aja dulu. Yaudah kita nongkrong intinya nyari suasana gitu.”

Alasan Mbak Hilda memilih untuk nongkrong di Warung Nagih adalah karena tempat tersebut cocok untuk bersantai sepulang kerja (karena jam bukanya yang hingga larut malam), tempatnya nyaman (tidak terlalu ramai), dan pasangannya bisa merokok dengan bebas.

Mbak Hilda memilih nongkrong untuk mengisi waku luangnya karena ia bosan dengan rutinitas yang sama, dan setelah nongkrong otaknya menjadi lebih fresh, karena ia terlepas dari pekerjaannya.
 ”cewek kan senengnya kayak jalan, shopping, gitu kan lebih senengnya. Terus juga kalo untuk kerja kan penat gitu ya jenuh. Apalagi kalo kita udah batas kerja satu tahun gitu ya… aduh ini kerja gini-gini mulu. Jadinya dengan nongkrong itulah jadinya kembali fresh lagi untuk besoknya.”

Hal yang Mbak Hilda sukai dari Warung Nagih adalah karena tempatnya asik untuk bersantai – karena tempatnya outdoor, tidak ada rules (untuk merokok), ada proyektor, dan juga jarak antar meja yang tidak sempit. Sehingga ia merasa memiliki privasi walaupun di tempat terbuka. Sehingga, ia merasa enjoy untuk menikmati waktu luangnya. 

Leisure bagi Mbak Hilda adalah nongkrong sambil makan ditempat yang mudah dijangkau dan tidak membuang tenaga.  Mbak Hilda kurang suka pergi ke tempat-tempat wisata karena alasan berikut
“Waktunya soalnya mbak mepet. Kadang-kadang kan kalo hari minggu kan yaudalah nyari tempat rekreasi  yang sekiranya cepet ketemu ya enjoy gitu. Kadang-kadang kan kalo ke pantai macet, jadi besoknya kerja capek lagi. Bukannya kita fresh, eh malah loyo.”


Rekomendasi untuk Warung Nagih dari Mbak Hilda adalah seharusnya menambah live music dan mengundur jam tutupnya pada weekdays, karena menurutnya, tidak semua orang mendapatkan libur di hari sabtu atau minggu.


Sekian interview saya dengan Mbak Hilda. Masih banyak insights menarik yang akan saya paparkan di postingan selanjutnya.


#BogorLeisureProject Case No. B1 = DONE!

No comments:

Post a Comment