Pada saat saya berkunjung ke Warung
Nagih, saya melihat dua orang sedang berbincang sambil menonton di TV LCD yang
disediakan oleh tempat tersebut. Lalu saya tertarik untuk mewawancarai mereka
lebih dalam.
Nama:
Hilda
Umur: 24 tahun
Status: Single
Pekerjaan:
Karyawan Swasta
Kegiatan yang dilakukan oleh Mbak Hilda di waktu luangnya adalah mongkrong sambil makan dengan teman atau pasangan, dengan intensitas empat kali per bulan.
Feeling yang dirasakan Mbak Hilda pada
saat nongkrong sambil makan dinyatakan Mbak Hilda sebagai berikut
“happy yang
jelas,intinya kalo kita nongkrong yaudalah…kerjaan tinggalin aja dulu. Yaudah
kita nongkrong intinya nyari suasana gitu.”
Alasan Mbak Hilda memilih untuk
nongkrong di Warung Nagih adalah karena tempat tersebut cocok untuk bersantai
sepulang kerja (karena jam bukanya yang hingga larut malam), tempatnya nyaman
(tidak terlalu ramai), dan pasangannya bisa merokok dengan bebas.
Mbak Hilda memilih nongkrong untuk
mengisi waku luangnya karena ia bosan dengan rutinitas yang sama, dan setelah
nongkrong otaknya menjadi lebih fresh, karena ia terlepas dari pekerjaannya.
”cewek kan senengnya kayak jalan, shopping,
gitu kan lebih senengnya. Terus juga kalo untuk kerja kan penat gitu ya jenuh.
Apalagi kalo kita udah batas kerja satu tahun gitu ya… aduh ini kerja gini-gini
mulu. Jadinya dengan nongkrong itulah jadinya kembali fresh lagi untuk
besoknya.”
Hal yang Mbak Hilda sukai dari
Warung Nagih adalah karena tempatnya asik untuk bersantai – karena tempatnya
outdoor, tidak ada rules (untuk merokok), ada proyektor, dan juga jarak antar
meja yang tidak sempit. Sehingga ia merasa memiliki privasi walaupun di tempat
terbuka. Sehingga, ia merasa enjoy untuk menikmati waktu luangnya.
Leisure bagi Mbak Hilda adalah
nongkrong sambil makan ditempat yang mudah dijangkau dan tidak membuang tenaga.
Mbak Hilda kurang suka pergi ke
tempat-tempat wisata karena alasan berikut
“Waktunya soalnya mbak mepet. Kadang-kadang
kan kalo hari minggu kan yaudalah nyari tempat rekreasi yang sekiranya cepet ketemu ya enjoy gitu. Kadang-kadang
kan kalo ke pantai macet, jadi besoknya kerja capek lagi. Bukannya kita fresh,
eh malah loyo.”
Rekomendasi untuk Warung Nagih dari
Mbak Hilda adalah seharusnya menambah live music dan mengundur jam tutupnya
pada weekdays, karena menurutnya, tidak semua orang mendapatkan libur di hari
sabtu atau minggu.
Sekian interview saya dengan Mbak Hilda. Masih banyak insights menarik yang akan saya paparkan di postingan selanjutnya.
#BogorLeisureProject Case No. B1 = DONE!
No comments:
Post a Comment