Taman Padjajaran Satu merupakan salah satu perumahan yang berada di Bogor dan cukup memiliki pamor di mata masyarakat Bogor. Taman Padjajaran Satu juga menyediakan berbagai fasilitas seperti kolam renang dan lapangan futsal yang berada di bagian depan perumahan tersebut. Analisis gap kali ini dibuat berdasarkan hasil observasi terhadap kolam renang Taman Padjajaran Satu dan juga wawancara terhadap pemilik Taman Padjajaran Satu.
Dengan melakukan wawancara dengan owner dari Taman Pajajaran 1, Bapak Dwi, dan dengan konsumennya yaitu Mbak Siska, saya menemukan beberapa gap antara ekspektasi konsumen dan produsen.
Pertama,
ditemukan gap terhadap harga tiket masuk kolam renang yang semula harga tiket
masuk sebesar Rp 15.000,- menjadi Rp 30.000,-. Hal ini menjadi masalah yang
cukup signifikan karena kolam renang dari Taman Padjajaran Satu mengincar
target pasar kelas B, sedangkan harga baru yang ditawarkan dirasa cukup
membebankan bagi golongan kelas B. Hal ini terbukti dengan banyaknya komplain
yang datang dari para pelanggan seperti, “Dulu saya sering kesana, tapi karena
harganya naik uk saya,” Kata mbak Siska.
Kedua,
kolam renang Taman Padjajaran Satu memiliki kolam Jacuzzi sebagai wahana kolam
rileksasi. Namun, saat ini kolam Jacuzzi tersebut masih belum mulai berfungsi.
Sehingga cukup banyak konsumen yang kecewa terhadap kenaikan harga yang tidak
dibarengi dengan penambahan fasilitas yang seharusnya diberikan oleh Taman
Padjajaran Satu. Padahal, salah satu faktor kenaikan harga tiket masuk adalah
fasilitas Jacuzzi tersebut, ditambah dengan adanya pembuatan café baru.
No comments:
Post a Comment